![]() |
Aku hanya butuh berbijak rasa, menanam ribuan hektar ladang Semangka.
Kemudian pesta panen sendirian tanpa butuh disapa.
Tak perlu menemaniku dengan triliyun retorika, toh begini caraku memulihkan luka.
Tentu saja setelah merayu sang Maha
Menuntaskan pengaduan dari sujud ke sujud.
Melemah ngarai air mata dari tengadah ke tengadah yang tak bisa tumpah.
Maaf bukan terlalu keras melembutkan hati hingga basah.
Kau kira ini pelampiasan?Bisa jadi.
Tapi bagaimanapun, kami titipkan penjagaanmu pada Allah.
Jika kau hilang arah, kembalilah.
Kami mendekapmu dalam doa, dipapah dalam sepi, dirangkul dalam obsesi;
Masih mengharapmu kembali.
Jika sungkan, ada kereta ukhuwah yang parkir di gerbang Robithoh dengan sedia.
Maka berkabarlah, karena kau saudara kandung dalam dakwah:"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar