Minggu, 19 Februari 2017

Autumn in November

Aku membaginya menjadi 4 Musim
Tentu mengikuti skenario yang tertakdir dariMu.
Tak jauh beda pada November sebelumnya yang kau takdirkan untukku.

Musim pertama, 
Kau ikat hatiku dengan pekan-pekan bernuansa CINTA seperti yang ku tulis untuk penamaannya.
Banyak orderan sayang dan reaksi cinta yang terbalas dari mereka, hamba-hambaMu. 
Manis. Menghujam ke dada. Ucapan hingga tindakan. 
Agaknya Engkau paling tahu; Bahwa aku terlalu gengsi menebar cinta sana-sini.


Musim ke dua, 
Kunamai ia petualangan dan berjuang ala aku. 
Nekad sedikit dan mencoba lari dari zona biasaku; Ranah yang membawaku pada aturan-aturan, dan koridor berkorban untuk orang-orang. Banting setir. 
Kurubah haluan, terbang lebih tinggi dan mengejar mimpi seperti obsesiku. 
Surprise. Di sana tertulis nilai ikhtiarku: Finlandia, LULUS!. 

Musim ketiga, 
Adalah DITOLAK kunamai ia. 
Berlusin-lusin rakaat dan beribu bait doa, tetap saja.
Ditolak dengan kata-kata dan sikap lebih menyayat pada akhirnya. 
Tsiqohlah, titahnya. Ikhlaslah, pesannya.
Tak direstui bahkan tak diberi ridho. 
Allah, sesaknya tidak meneteskan bulir bening. 
Tapi darah. Tertekan dan kecewa, ada. 
Tapi lagi-lagi, dakwah selalu menghibur. 
Toh, aku memang musafir. 
Musafir yang sedang belajar menggenggam dunia di tanganku, bukan di hatiku,

Dulu hingga sekarang, dalam kondisi begini aku paling suka mendiamkan dan meredam. 
Kunamai ia musim Katarsis. Begitu di pekan ke Empat kujalani.
Diterapi dengan rentetan Hijaiyah yang bersambung-sambung dalam diksi paling sempurna: tilawah.
Ternyata tak cukup, adalagi yang harus diperjuangkan: ikhlas namanya. 
Pekan penjemputan yang dadakan: Kullu nafsin dzaaiqotul maut.
Yang kucintaipun, tempatku paling rela membuka diri, Kau panggil Ia.
Agaknya, Kau hanya meninggalkan diriMu saja untukku berkesah..

Tersadar. 
Segala apa-apa yang bukan milikku, memang bukan milikku, meski sedaya upaya aku memperjuangkannya.
Maka di sinilah letak halawatul iman itu paling besar peranannya; bersabar dalam uji..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar