Selasa, 08 November 2016

Menyadari Peran

Bila engkau tak dapat menjadi pohon Pinus di puncak bukit,
Jadilah engkau semak di lembah.
Tak perlu merasa sakit
Paling tidak, jadilah semak kecil paling indah di tepi sungai..
Karena mungkin merasa sulit bagimu menjadi pohon yang permai..

Bila engkau tak dapat menjadi semak,
Jadilah sejumput rumput yang tanak..
Perindahlah sepanjang tepian jalan raya,
Menghiasi jalan setapak dengan ramah,
Menyapa tiap langkah-langkah agar ceria..

Pada akhirnya,
Tidak semua dari kita menjadi Nahkoda..
Ada tugas masing-masing yang harus dilakoni
Ada pekerjaan besar dan ada yang kecil..
Bukan besar atau kecil yang membuat engkau mulia,

Jadilah yang terbaik siapapun engkau adanya
Di washilah dakwah ini kita punya posisi yang berbeda-beda..
Setiap kita memegang amanah dan tanggung jawab yang tidak sama
Masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri-sendiri..
Maka yang paling baik diantara kitaadalah yang paling baik persembahan amalnya:
Bagi Allah, bagi agama, bagi ummat, dan bagi saudaranya.


Menyadari peran artinya menyadari kapasitas dan fungsi..
Agar tahu diri atas kelemahan dan kelebihan dalam diri.
Saat kau temui dirimu tak sebersinar seperti mereka, tak perlu berkecil hati..

Menyadari peran, artinya sedang membangunkan
Mengingatkan untuk terjaga, atau memaklumi menjadi penjaga.
Jika kau seorang Qiyadhah dalam amanahmu, maka tugasmu tanpa jeda.
Tak ada kata rehat dalam risalahmu.
Tak perlu ramah pada jenuh yang menyapamu.
Tak boleh ada menepi yang kau butuh

Jika kau seorang Jundi, maka tugasmulah membersamai.
Melakukan amal-amal islami tanpa harus ditagih-tagih.
Inisiatif dan ketaatan adalah mahar sebuah perjalanan.
Sebagai penguat dalam kedinamikaan..

Menyadari peran, artinya sedang memetakan kewajiban
Seperti halnya bidang yang kau lakoni;
Jika kau beramanah di sarang Huda. Maka berperanlah selayaknya Huda: Petunjuk bagi setiap jiwa.
Jika kau sendiri saja mudah hilang arah, bagaimana kau menunjukki mereka ke jalan cahaya?
Tetap teguh dan gigihlah dalam taujihmu di lembaran nyata dan Maya.
Agar terbaca pesan dan petunjuk di sana..
Tugasmu pula memupuk-tsaqofah islamiyah..
Lagi-lagi, ini tentang dakwah.

Jika kau jantung dakwah atas ke-Kaderisasi-anmu,
Maka berdetaklah dengan harmonisasi iman.
Tak perlu serabutan, tak perlu merebut tugas kawan.
Tugasmu terus menyuplai daya, menggerakkan yang diam.
Mendampingi yang bingung, menyiasati potensi yang tak terdeteksi.
Terus berdetak tanpa jeda.
Harus ikhlas, karena kerjamu tak selamanya terlihat nyata. Diam-diam kau bekerja.
Menjadi bagian dari dirimu menjadi dai-dai yang tak haus popularitas. Harus ikhlas.
Seperti halnya jantung, tak terlihat namun kau terasa adanya. Lagi-lagi, bukan merebut kerja kawan.


Jika kau seorang Penyiar maka ini pasti kau tak boleh lelah..
Memikirkan kebutuhan muslim-muslimah..
Kerjamu terarah, selalu ada hari-hari yang terperbaharui,
Karena kau adalah pemasok kajian dengan komitmen tinggi..
Bersungguh-sungguh menghidangkan majelis ilmu bagi setiap nurani..
Bertanggung jawab melayani jamaah yang beranekaragam dari hari ke hari..

Jika kau seorang Bendaharawan dakwah, maka berbahagialah..
Bukankah kebutuhan dakwah terjembatani oleh pikiranmu yang tajam?
Kau analisis tiap pos-pos dan lini dakwah yang membutuhkan?
Kau penyalur di tiap anggaran.
Tidak menyulitkan di setiap permintaan dana..
Mungkin berat harus menjadi dirimu yang bermainkan angka.
Ketahuilah, tak banyak orang hebat sepertimu.

Bagaimana denganmu Pemakmur Musholah?
Kaulah bentuk tugas dakwah paling nyata..
Lewatmulah jiwa-jiwa menyegarkan imannya..
Kau tahu kebutuhan yang singgah, kau urusi kesegaran jiwa yang menemuiNya..


Bagaimana denganmu yang bertugas dalam surat-surat dakwah bernama administrasi?
Tak dipungkiri, kejelianmu, bahasa dakwahmu, kerapihan yang kau lakoni
Adalah hal istimewa. Paling hebat dalam perihal tanda-tangan sana-sini,
Tiap tetesan peluhmu, pastikanlah kelelahan yang Lillah..


Betapa bahagia dan bangganya Allah, Islam, ummat, dan sahabat kita ketika melihat setiap diri ini bisa..

Memberikan pengorbanan yang terbesar yang mampu diberikan..
Menunaikan amanah dengan hasil yang terbaik yang mampu kita lakukan
Menghadiri undangan syuro, kajian
Atau agenda lainnya sehingga tidak mengecewakan pengundangnya
Mencurahkan seluruh ide, usul, pemikiran, dan gagasan saat syuro membutuhkannya
Berusaha sekuat tenaga menyelesaikan PR sesuai waktu yang ditentukan bahkan sebelumnya
Memperlihatkan wajah penuh cinta dan kasih sayang yang tulus dan hangat bagi kawan jalannya
Menawarkan bantuan dengan ikhlas pada saudara yang membutuhkan sebelum diminta.


Tiap diri adalah Qiyadhah bagi dirinya sendiri.
Maka, jadilah yang terbaik siapapun engkau adanya..
BerFastabiqul Khoirotlah tanpa jeda..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar