Selasa, 08 November 2016

DIPILIH


Keteladanan itu perlu untuk ditiru. Bahwasanya diri kita pun, (andai mau menyadari) berhak untuk menjadi teladan.
Lakukan apa yang mesti kita lakukan. Jadikan habbits yang konsisten untuk ditampilkan.


Terkadang sulit memang.
Terlebih tembok raksasa bernama tidak berpengetahuan tinggi menjulang.

Sejatinya, ketika kita berilmu kemudian paham ilmu yang kita miliki, maka berbahagialah. Karena pemahaman selalu menghantarkan pada pengaplikasian. Amal nyata.

Karena berilmu saja tidak cukup disebut sudah beramal. Pahami ilmumu, kemudian susul dengan amal.

Sederhananya begini. Jika kau paham sholat awal waktu adalah lebih sempurna di mata Allah ketimbang engkau menundanya, maka ikhtiarkan menjadi sempurna dalam pemantauanNya. Tak perlu mati-matian menyelesaikan perkara duniawi yang seolah akan segera selesai bila diutamakan.Tak perlu merasa selalu ada deadline untuk umur yang terbatas.


Itupun jika obsesimu ingin terbaik dalam pandanganNya.
Jika tak ingin, wajar saja selama ini panggilan menemuiNya selalu di akhir-akhiri.
Allahu-Akbar: Allah Maha besar.



Bila dibanding dengan keMaha besaranNya, tetap saja perkara duniawi kita kecil. Terlalu kecil bahkan. Itulah kenapa, Sholat adalah hiburan bagi orang-orang yang rindu akan Tuhannya.
Terminal-terminal atas perjalanan kehidupan yang bikin penat dan terasa panjang.


Kesannya agak rumit memang. Jika sholat awal waktu dihadapkan perkara yang bersinggungan karena tak enak hati.Karena rasa takut. Karena sungkan. Karena malu. Atau karena tak berdaya atas aturan manusia.


Setiap orang adalah budak atas sesuatu. Dan sebaik-baik perangai budak adalah menjadikan Allah saja Tuannya. Majikannya. Rajanya. Meyakini hal ini, maka bebaslah kita dari penjajahan manusia dan segala sesuatunya.


Kasus realnya tak jarang seperti ini: pernah kita lebih mementingkan tugas yang diberikan manusia (entah itu dosen, entah itu siapapun) ketimbang menyelesaikan tugas menemuiNya. Kita sungkan untuk mengatakan: nanti akan saya lanjutkan setelah sholat, insyaa Allah.


Kita juga kelu untuk menyampaikan; sudah waktunya sholat, saya izin sholat dulu ya, atau mari kita sholat dulu. Levelnya sekalian menyeru orang lain. Bukan hanya menyelamatkan diri sendiri.


Mengakulah, kita juga pernah kehilangan strategi dan akal jernih sebagai Da'i.
Terbawa alur tugas-tugas bersama tim keberjamaahaan selaku Da'i. Sama-sama terbuai atas waktu yang sedikit. Maka, sering pula kita lalai. Ini namanya saling ketergantungan. Tidak ter-asah untuk inisiatif jadi pemantik. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mereka yang berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Al-Ashr: 2-3.



Padahal sholat awal waktu adalah tanggung jawab masing-masing pribadi.
Bukan tanggung jawab secara kolektif atas diri yang satu dengan diri lainnya.
Kita tak enak hati jika dihadapkan dalam forum yang terus melaju beriringan tunainya dengan panggilan adzan. Padahal penggiatnya adalah sesama Da'i.


Kita tak berani berkata, ayo saudara saudariku, tidak ada keberkahan atas acara ini manakala panggilan Allah tidak kita segerakan. Untuk menyelamatkan diri dengan strategi bisa sholat awal waktu, masih saja kita pengecut. Tak berani hanya karena takut. Sungkan. Nauzubillah.


Barangkali, inilah yang disebut belum memahami. Belum paham, bahwa ada seruan untuk awal waktu menemuiNya di tiap jedah yang Ia tetapkan. Belum paham, bahwa celakalah orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai akan sholatnya. Ini bukan hanya perkara hati lalai ketika sholat, tapi menyia-nyiakan waktu untuk bersegera sholat dengan alasan yang seringkali harusnya masih bisa di-akali.


Begitulah kira-kira tugas orang orang yang ingin ditiru karena obsesinya Mardhatillah. Mengumpulkan poin-poin keberuntungan bernilai Surga. Fastabiqul Khoirot. (sudah berilmu, paham, kemudian melakukan dan mencontohkan).


Menghindari fitnah dari mata yang memandang akan keterlambatan kita sholat awal waktu adalah keharusan. Seminimal tidak ada yang bergumam dan menyatakan : Tuh liat, orang Sholeh aja kaya dia biasa ga masalah sholat di akhir-akhir. Kita boleh dong(?).
Maka jelilah. Pilih yang diutamakan.


*Efek kelu menyaksikan orang-orang sholih yang terlambat sholat ashar sore ini.
06 Nov 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar