Banyak berjalan dan lama hidup semakin banyak hal yang dirasa. Sebuah kaidah indah dari Bunda. Itu tertanam sejak aku mengerti bahasa "peduli" dalam omelannya yang begitu bawel (ups) dan berkali-kali. Ehehe.
Dan bila dipikir-pikir lagi, ada untungnya juga.
Then, inilah yang kumaksud adakalanya. Eh tiba2 Allah mendatangkan penghibur hati dari pesan2 sederhana yang kutangkap dengan mata seorang yang berpikir a.k.a over mikir lalu kuabadikan dengan hati dan jadilah ia mendekam di memoriku. Diam di sana, kemudian membatin syukur. Alhamdulillah. Alhamdulillah, saat hati menyendu, Allah selalu punya cara2 unik dan berkesan menghiburku.
Beginilah cara Allah menghiburku. Entah itu lewat apa yang kulihat dengan sengaja dan sepintas, lewat curcolan dan kicauan dari makhluk yang tak sengaja kusimak atau pemberian tulus dari seseorang tanpa kuminta.
Inilah senyumku hari ini, lewat pemberian seorang adik yang pernah jujur bahwa aku sosok kakak yang menakutkan baginya (hah?).
-Syukron Nilam, sosok pengamat hebat! :D
::Sejujurnya, arti semangka bagiku salah satunya adalah kembali memaknai surat Al-Mudatssir: 1-7.
Tidak berputus asa dalam memberi peringatan, kembali bangkit, kembali sabar, kembali serius, kembali berdakwah!.
Dan pict ini tepat dikirimkan Allah lewat seorang adik saat hatiku memendam gemuruh rasa perjuangan. Hehe.
Alhamdulullah 'ala kulli hal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar