Rabu, 13 Juli 2016

Bercermin

Kau bilang kau mencintainya, Berjanji hidup mulia ataupun mati terhormat bersamanya.
Kau bilang, kala ia dinista oleh musuh-musuhnya kaulah yang berdiri paling depan untuknya.
Kau terobsesi jadi teladan yang pantas membersamainya.
Kau bilang, kau rela mengorbankan segalanya deminya. Deminya.

Tak mengapa menyeret paksa tubuh lelahmu. Tak mengapa mengorbankan usia mudamu.
Tak mengapa terluka dan tersayat membelanya hingga tetes nafas peluhmu menderai-derai.
Kau berjanji akan berdamai dengan segala suka dukamu.
Meski zaman menimpakan kemarahannya padamu.
Meski semua orang-oramg bersepakat mencelamu.

Namun bersamaan, kau tabrak ia dengan maksiatmu.
Kau sakiti ia dengan pembangkangamu.
Kau kecewakan ia dengan ketidaktaatanmu.
Lagi2 kau ingkari ikrar setiamu terhadapnya.
Lagi-lagi, kau abai manakala kau diseru untuk menolongnya dengan semua amalanmu.

Jika begitu,
Rasa malumu, kau kemanakan ia?
Rasa takut kehilangannya, kau apakan ia?
Masihkah kau pantas memperjuangkannya?

Wakafaa billahi syahiidah
Wakafaa billahi 'alimaan
Wa kafaa billahi nashiroh

Pada akhirnya, jalan ini hanya mampu dibersamai oleh orang2 yang bersungguh2.
Orang2 yang mengerti artinya 'dibutuhkan'
Bukan orang-orang yang manja dan banyak mengeluh, apalagi takut susah dan minim pengorbanan.
Menyesallah, jika orang2 itu bukan lagi kita.

Yaa Rabb,
Tsabbits qolby, 'ala da'watik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar