Biasanya, ada dia dan dia yang selalu menawan dalam pelayanan.
Paling mengerti saat hati bergemuruh.
Paling sedia dalam peluk dan pundak, bahkan sebelum lembaran bening merayap hebat.
Jadinya manja.
Ada suguh asupan bergizi yang disukai untuk tubuh yang terlalu pilih-pilih.
Tapi ia mengerti. Ia punya solusi.
Ada suguh asupan bergizi yang disukai untuk tubuh yang terlalu pilih-pilih.
Tapi ia mengerti. Ia punya solusi.
Bukan memarahi meski dibumbui omelan yang menguras fikriy..
Ada pula pangkuan dengan belaian tulus,
Saat lelah atas perkara-perkara duniawi, atau ngebut berlari dari problematika.
Ada pula pangkuan dengan belaian tulus,
Saat lelah atas perkara-perkara duniawi, atau ngebut berlari dari problematika.
Mampirlah ke pangkuan dan peluknya, rehat sejenak di sana.
Ada sensasi iman yang terperbaharui, ini sungguh.
Kini, iapun dirindui.
Dengan setrilyun penggugah diri,
Bukan memarahi. Karena marahnya adalah saat diri berleha-leha kala yang lain sibuk merengkuh perjuangan bercitarasa surga.
Nak, lelahmu jangan sampai dipanggilNya dalam rehat yang kau atasnamakan.
Ada sensasi iman yang terperbaharui, ini sungguh.
Kini, iapun dirindui.
Dengan setrilyun penggugah diri,
Bukan memarahi. Karena marahnya adalah saat diri berleha-leha kala yang lain sibuk merengkuh perjuangan bercitarasa surga.
Nak, lelahmu jangan sampai dipanggilNya dalam rehat yang kau atasnamakan.
Begitu nasehatnya seringkali.
Di depannya ada jemu,
Namun di hati bergemuruh sahut; tak ku dustakan nasehatmu, bunda..
Akhirnya, terbiasa. Benar, lelah lillah selalu senikmat ma'Allah dalam ilallah..
Bunda, terimakasih.
Dan, dia inipun punya tabiat yang sama.
Paling rupawan dalam pandangan kasih.
Paling teduh dalam marahnya: oh dia telah pergi.
Akhirnya, terbiasa. Benar, lelah lillah selalu senikmat ma'Allah dalam ilallah..
Bunda, terimakasih.
Dan, dia inipun punya tabiat yang sama.
Paling rupawan dalam pandangan kasih.
Paling teduh dalam marahnya: oh dia telah pergi.
Biarpun Mentari terbenam lagi,
ketahuilah kau tak pernah tenggelam dari hati ini, Ayah..
Keduanya sama: sama-sama rela andai putrinya menjadi syahidah dalam dakwah.
Keduanya sama: sama-sama rela andai putrinya menjadi syahidah dalam dakwah.
Istiqomah dalam amanah. Sempurna dari segala sisi. Lagi-lagi begitu harapan keduanya.
Tega sekali dulunya kukira. Haruskah mati muda demi menjadi Syahidah?
Tidak sekarang nak. Jadilah Mujahidah sebelumnya. Jangan rehat berlama-lama meski lelah.
Tega sekali dulunya kukira. Haruskah mati muda demi menjadi Syahidah?
Tidak sekarang nak. Jadilah Mujahidah sebelumnya. Jangan rehat berlama-lama meski lelah.
Jadilah Qiyadhah dalam amanah atau jundi paling tsiqoh diantara lainnya, begitu adalah jabatanmu yang membuatku bangga.
Ayah. Mengapa pintamu syarat makna?
Sekarang mengertilah aku, bahwa dalam kondisi apapun dakwah selalu menghibur.
Ayah. Mengapa pintamu syarat makna?
Sekarang mengertilah aku, bahwa dalam kondisi apapun dakwah selalu menghibur.
Ukhuwah dalam dinamikanya adalah prolog ketsabatan paling sederhana.
Alhamdulillah, inilah titik bersama dakwah selalu mendewasa.
Begitu aku memprasangkainya.
Maka jadilah, merindukan rumah penuh aroma Tarbiyah itu..
Alhamdulillah, inilah titik bersama dakwah selalu mendewasa.
Begitu aku memprasangkainya.
Maka jadilah, merindukan rumah penuh aroma Tarbiyah itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar