Kenapa menjadi pemimpin orang yang bertakwa itu penting ya, sehingga harus dimintakan dalam sebuah doa untuk pasangan dan keturunan kita…?
“Robbanaa
hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina
imaama” (yaa Allah,
karuniakanlah kepada pasangan-pasangan kami, dan keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa)
Sembari merenung aku
ingat masalah-masalah di dakwah kampus. Iya ya, repot memang kalau punya jundi
rewel, susah diatur, susah taat, berbuat menyimpang atau bahkan melanggar
larangan Allah.
Repot! Sungguh merepotkan qiyadah dan menghambat progresivitas
dakwah. Nah, bener lah kalau begitu, salah satu kenikmatan yang diberikan Allah
kepada seorang qiyadah/pemimpin adalah memiliki jundi-jundi muttaqiin,
orang-orang yang bertakwa/taat. Tentu saja taat pada Allah dan Rosulullah
menjadi modal pertama. Orang yang bertakwa itu, insyaa Allah akan lurus. Lurus
hatinya, pikirannya, lisannya, dan perbuatannya. Jikapun dalam khilafnya ia
menyimpang, insya Allah akan mudah pula diluruskan. Insyaa Allah.
Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah
untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu)
Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan
jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada
Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat
(keadaan) kami“. (Thaahaa: 25-35)
*efekbutuhkawanJalanyangBener.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar