Senin, 08 Agustus 2016

Selftalk


Dunia ini memang menawan.
Kata sifat di dalamnya pun beragam; cantik, indah, tampan, shalih, shaliha,  semua ada sebagai sanjungan.
Sementara, kata kerja dan bendanyapun paling sering melalaikan.


Ketahuilah, usia muda yang menjadikanmu lebih menawan adalah perjuangan. Pengorbanan. Ketaatan.
Masa di mana saat yang lain berpangku tangan, kau bermimpi jauh ke depan;
Membina, merekrut, menyiapkan generasi peradaban, bekerja, Memperbaiki diri, memperbaiki ummat, menyumbang batu-bata proyek kebangkitan Islam.

Bukan terlena keshalihan orang-orang. Bukan terbuai dengan kisah cinta halal sepasang insan. Bukan melayang karena disanjung atas amal-amalan. Bukan melankolik atas karya roman picisan. Bukan sibuk menata tampilan fisik agar menarik pas ketemu orang-orang dan selfie-an. Bukan merayu-rayu Tuhan agar jodoh disegerakan.
Bukan berandai-andai segera menyusul ke pelaminan.
Bukan pula tak terima atas kehilangan yang kau sayang.
Dan bukan pula merengek-rengek atas takdir yang digariskan.


Masa mudamu, sebentar.
Masa yang berharga.
Jangan dirusak dengan khayalan kosong.
Jangan dipupuk dengan banyak berkicau dan tertawa-tawa tak karuan dengan tingkah pecicilan.
Lebih dari itu, bebanmu tak sedikit. Bekalmu harus banyak. Tugasmu jangan terserak.
Rugi. Rugi. Rugi.

Ingat ya, di kampus sudah tidak lama! Sudah merekrut berapa orang supaya ngerti agamanya? Udah membina berapa kepala? Skripsi apa kabarnya? Akademik berapa kualitasnya? Lulus mau kapan? Amanah bagaimana kabarnya? bikin kamu berkembang apa bikin menghilang?

Maasyaa Allah. Kagum sama kamu dan list tugas-tugasmu.
Lalu bagaimana dengan hafalan Qur'anmu, bertambah seayat atau berapa juz-an? Tilawah tuntas berapa lembar tiap harinya?
Wawasan pengetahuanmu meluas atau masih bak katak dalam tempurung? Duh kasian, tidak pengapkah? Hehe.
Kalau malam, masih sempat tahajud kan? Tidak balas dendam dengan mendengkur karena lelah seharian?

Keluarga apa kabar?
Ibumu, ayahmu  adikmu, kakakmu, tetanggamu, masyarakatmu? Semua udah diurus belum? Sudah disentuh dan disapa dengan akhlakmu belum? Katamu sedang diproses.
Syukurlah jika demikian.

Wah. Ternyata tanggunganmu banyak ya. Tugasmu seberat gunung Tursina bukan? Kenapa masih nafsu berleha-leha?
Kenapa selalu main rasa dalam menunaikannya?
Kerjain ya. Kerjain dengan ilmu. Dengan logika dan tentu berasa.
Supaya menjadi amal. Bukan ikut-ikutan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar