Selasa, 30 Agustus 2016

Iyes! PINDAH.


Seharian akrab dengan kata menyibukkan diri. Tepatnya pindah kamar. Seharusnya seperti agenda2 yang sudah2; pagi buta hingga malam beraktivitas di luar Asrama. 
Ya meskipun mengorbankan agenda wajib yg ada di asrama, hati masih selalu ngarep supaya Allah ngelirik lembut di saat semua mata memandang 'nekat' karena kabur. Siapa yg nolong agama Allah, maka Allah akan menolong urusannya. Obat hati banget kalo udah inget nih kalam.

Balik ke topik. Ternyata belum bisa ke mana2. Gabisa ketemu orang2 shalih/ha. Badan benar2 ga bisa diajak kompromi meski ngerangkak. Ga nekat nyoba ngerangkak juga sih haha. Meski gitu, masih dikasih 2 kaki utk dipaksain supaya ga kalah. Sepasang mata dan jari2 yang diamanahin supaya sigap alias ruhil istijabah bales pertanyaan/keperluan ummat via medsos. *Dih,  gaya bener ya*


Dari luar kamar, acara 17an heboh benar.  Berbagai lomba dipertontonkan. Lomba tarik tambang, main bola pake terong, dan lain2. Campur baur tuh pria wanitanya. Musik yang memecahkan gendang telinga rasa-rasanya. Sejujurnya, syaraf2 kapala udh protes hebat. Suara histeris bagi yg melampiaskan kelelahannya selama sepekan berturut2 akibat PPL aja udh cukup bikin syarag nyut2an. Anyway, ambil sisi positifnya aja kalo udh gini. Ladang pahala meningkatkan kesabaran. Ya ga?

Sehariannya di asrama ternyata gabisa dimanjain anteng di kasur. Mata ketutup pikiran menerawang. 
Akhirnya memutuskan bangkit. Pindahin barang2 ke kamar sebelah2nya kamar tetangga. Mindahin dari pagi kelarnya jam 20.45 teng. Maasyaa Allah.


Sambil mindahin barang satu2, tetiba inget banyak hal yang terjadi belakangan di kamar ini dan org2 yg ada di dalamnya. 
3 org gadis Kalimantan yang baik2. Terkhusus seorang yang paling lembut hatinya. Paling peka perasaanya. Seorang yg selalu sigap nginfak dan nyumbanyin harta bendanya kalo dikabarin ada agenda kampus yang butuh dana.

Makasih ya udah ngobatin pas sakit. Udah nawarin diri kalo lagi butuh bantuan tanpa diminta. Udah jadi makmum yang sabar dalam berjamaah. paling nurut diajak sholat bareng, puasa sunnah bareng. Paling nerima dilurusin pas keliru. Makasih ya kado2 dan surprise terbaiknya setiap millad. Makasih atas panggilan sayang yang mendewasakan..


Sabtu, 13 Agustus 2016

Special day


12 tahun yang lalu ia berdiri di depan cermin dan berkaca. Tangannya sibuk memainkan kerudungnya sambil senyum-senyum sendiri

Tiba2 wajahnya sumringah,  ada lelaki berwajah teduh menatapnya dalam kaca yang berseru; Putri sholihanya Ayah, hari ini puasakah? Apa balasan dari Allah untuk Ayahnya, kalau anaknya cerdas belajar, rajin mengaji dan suka menghafal?. Semangka yah". Jawabnya mantap sambil bergegas melompat ke arah Ayahnya yang mengulurkannya sebuah kotak terbungkus hadiah. Isinya Mushaf, sepaket buku bacaan, sekerat coklat dan sepotong bisikan; Ziahbisa,  barokallah nak".

Hari ini ia kembali bercermin, di tanggal yang sama, di bulan yang tak berbeda. Mengenang wajah teduh tiada dua. Tapi kaca tak pernah memantulkan wajahnya yang bergumam;
"Ayah juara, nice to meet u. See u insyaa Allah. 
Terimakasih. :') 

*Ditulis dengan sedikit perubahan diksi.

Allahummaghfirlahu warhamhuu wa'fihi wa'fuanhuu. Warhamhu kamaa robbayaani shoghiroh..

Senin, 08 Agustus 2016

Selftalk


Dunia ini memang menawan.
Kata sifat di dalamnya pun beragam; cantik, indah, tampan, shalih, shaliha,  semua ada sebagai sanjungan.
Sementara, kata kerja dan bendanyapun paling sering melalaikan.


Ketahuilah, usia muda yang menjadikanmu lebih menawan adalah perjuangan. Pengorbanan. Ketaatan.
Masa di mana saat yang lain berpangku tangan, kau bermimpi jauh ke depan;
Membina, merekrut, menyiapkan generasi peradaban, bekerja, Memperbaiki diri, memperbaiki ummat, menyumbang batu-bata proyek kebangkitan Islam.

Bukan terlena keshalihan orang-orang. Bukan terbuai dengan kisah cinta halal sepasang insan. Bukan melayang karena disanjung atas amal-amalan. Bukan melankolik atas karya roman picisan. Bukan sibuk menata tampilan fisik agar menarik pas ketemu orang-orang dan selfie-an. Bukan merayu-rayu Tuhan agar jodoh disegerakan.
Bukan berandai-andai segera menyusul ke pelaminan.
Bukan pula tak terima atas kehilangan yang kau sayang.
Dan bukan pula merengek-rengek atas takdir yang digariskan.


Masa mudamu, sebentar.
Masa yang berharga.
Jangan dirusak dengan khayalan kosong.
Jangan dipupuk dengan banyak berkicau dan tertawa-tawa tak karuan dengan tingkah pecicilan.
Lebih dari itu, bebanmu tak sedikit. Bekalmu harus banyak. Tugasmu jangan terserak.
Rugi. Rugi. Rugi.

Ingat ya, di kampus sudah tidak lama! Sudah merekrut berapa orang supaya ngerti agamanya? Udah membina berapa kepala? Skripsi apa kabarnya? Akademik berapa kualitasnya? Lulus mau kapan? Amanah bagaimana kabarnya? bikin kamu berkembang apa bikin menghilang?

Maasyaa Allah. Kagum sama kamu dan list tugas-tugasmu.
Lalu bagaimana dengan hafalan Qur'anmu, bertambah seayat atau berapa juz-an? Tilawah tuntas berapa lembar tiap harinya?
Wawasan pengetahuanmu meluas atau masih bak katak dalam tempurung? Duh kasian, tidak pengapkah? Hehe.
Kalau malam, masih sempat tahajud kan? Tidak balas dendam dengan mendengkur karena lelah seharian?

Keluarga apa kabar?
Ibumu, ayahmu  adikmu, kakakmu, tetanggamu, masyarakatmu? Semua udah diurus belum? Sudah disentuh dan disapa dengan akhlakmu belum? Katamu sedang diproses.
Syukurlah jika demikian.

Wah. Ternyata tanggunganmu banyak ya. Tugasmu seberat gunung Tursina bukan? Kenapa masih nafsu berleha-leha?
Kenapa selalu main rasa dalam menunaikannya?
Kerjain ya. Kerjain dengan ilmu. Dengan logika dan tentu berasa.
Supaya menjadi amal. Bukan ikut-ikutan.



Terimakasih :)

Terimakasih sudah jadi saksi ketulusan seseorang :D


Yang tanpamu, ia pasti itsar meminjamkan sepatunya.
Tanpamu, ia rela menabrak area sekret di Daksin yang gelap seba'da maghrib.
Tanpamu, ia sabar menanti sembari bolak-balik ke rak sepatu ikhwan akhowat.
Tanpamu, ia pasti terlambat pulang ditambah macetnya perjalanan
Tanpamu, waktu rehatnya pasti kemalaman karena terlalu lama menunggu
Tanpamu, aku melanggar adab dan sunnah; berjalan tanpa alas kaki.

Terimakasih ya, sudah jadi perantara kemudahan.

"Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu"
(2: 237)